close
Breaking news

Biar hidup makin sehat, Jualo.com siapkan rekomendasi sepatu murah dibawah 500 ...read more Kebutuhan masker virus Corona sedang meningkat di banyak negara di kawasan Asia...read more

Awas! Riding Ugal-ugalan Buat Komponen VVA di Motor Yamaha Jebol

Mungkin banyak yang sudah mengetahui bahwa Yamaha membenamkan teknologi kekinian yang dinamakan VVA (Variable Valve Actuation) pada motor matic dan sport agar tenaga tetap terjaga dari putaran bawah maupun atas. Namun, tahukah Anda kalau VVA ini bisa saja rusak salah satunya karena gaya riding yang ugal-ugalan.

Teknologi VVA diperkenalkan Yamaha saat meluncurkan NMax pada tahun 2015 lalu. Saat itu, pabrikan asal Jepang tersebut memang menjawab kebutuhan biker yang menginginkan motor kencang namun tetap irit bahan bakar.

Dalam motor yang sudah diselipkan VVA berarti noken As atau kem yang digunakan memiliki dua profil, kem isap dan satu profil kem buang. Kem isap fokus pada tenaga di putaran bawah dan kem lainnya membuat tenaga atas tetap terjaga alias tidak ngempos.

–> Harley-Davidson Resmi Luncurkan Generasi Anyar Mesin Screamin Eagle

–> Nissan Kicks e-Power Resmi Mengaspal, Hybrid Termurah di Kelasnya

Jangan Asal Betot Gas

Untuk menggerakkan dua profil kem tersebut dibutuhkan tenaga yang bekerja sesuai selenoid actuator. Pada NMax dan Aerox 155, selenoid bekerja di 6.000 rpm. Saat memasuki rpm tersebut, ada suara ‘klik’ dari mesin sebagai tanda VVA aktif, atau muncul indikator di panel instrumen.

“VVA bisa jebol kalau gaya riding asal-asalan. Main betot gas dari kondisi berhenti sehingga VVA langsung aktif. Gaya riding seperti itu membuat cepat jebol. Sebaiknya main gas diurut perlahan dari putaran bawah sampai VVA aktif,” ujar Gendro, Kepala Bengkel Era Motor Yamaha Pasar Minggu kepada Jualo.

–> Hino Latih Puluhan Pengemudi Melalui Program Smart Driving Hino

Kemudian, Gendro juga menambahkan kepada para biker agar menjaga kualitas oli pada motor. Pasalnya, teknologi VVA yang ada di motor mengharuskan oli dalam kondisi selalu prima.

“Ganti oli harus rutin, 1.500 km sebenarnya sudah harus ganti agar mesin awet. Banyak konsumen yang salah harus menunggu sampai 3.000 km atau bahkan lebih. Mereka lupa jalan di Jakarta macet, sedangkan mesin tetap bekerja. Kemudian kekentalan oli juga harus terjaga, kita sarankan pakai 10W-40 untuk matic,” pungkasnya.

–> Temukan berbagai produk yang Anda inginkan saat ini di Jualo.com secara GRATIS

Tag: , , , , , ,

Story Page
Facebook
Instagram