3 Kesalahan Utama Pengemudi yang Bisa Memicu Kecelakaan Lalu Lintas
kecelakaan lalu lintas

Date

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya bisa disebabkan beragam faktor, dan yang paling besar justru datang dari pengemudi mobil itu sendiri

Risiko kecelakaan lalu lintas di jalan sangat besar, baik kecelakaan tunggal atau kecelakaan dengan pengguna jalan lainnya. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan bisa disebabkan oleh berbagai faktor.  Salah satu faktor pemicu yang paling dominan adalah human error alias berasal dari pengemudi mobil. Kecelakaan jenis ini terjadi akibat kurangnya kemampuan dan konsentrasi pengemudi sehingga membuat kesalahan.

Umumnya, terdapat 3 jenis kesalahan pengemudi yang jadi pemicu utama kecelakaan lalu lintas. Apa saja? Simak beberapa faktor yang sudah Jualo himpun berikut.

1. Skill Based Error

kecelakaan lalu lintas- 4

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan pengemudi mobil manual

Salah satu contoh dari skill based error adalah rem mobil blong yang disebabkan kesalahan prosedur pengemudi. Kebiasaan pengemudi mobil dengan transmisi manual mengistirahatkan kaki kiri pada pedal kopling atau terus menginjak kopling terus menerus merupakan salah satu contoh human error jenis ini.

Perilaku ini membuat kinerja pedal kopling menurun dan membuatnya tidak responsif saat dibutuhkan dalam kondisi darurat. Contoh kesalahan lainnya adalah memutar kemudi ala sopir angkot dengan posisi tangan terbalik yang malah membuat kamu kesulitan mengendalikan mobil dalam kondisi darurat.

Atau kaget saat pedal rem bergerak naik turun sebagai tanda fitur ABS sedang bekerja sehingga melepaskan tekanan pada pedal rem. Itulah alasan kamu harus punya kemahiran mengemudi mobil yang memadai supaya dapat mengantisipasi kondisi buruk di depan mata.

2. Lost of Situation Awareness

kecelakaan lalu lintas-2

Selalu jaga jarak aman ketika berkendara

Error kedua adalah lost of situation awareness atau penurunan kewaspadaan pengemudi mobil. Penurunan kewaspadaan ini pada dasarnya disebabkan oleh penurunan stamina atau kondisi tubuh, kondisi jalan yang membuat ilusi, dan peningkatan kecepatan dari kendaraan.

Contoh dari kasus tabrak belakang yang terjadi karena kegagalan pengemudi dalam memprediksi antara kecepatan dirinya dengan kecepatan mobil di depan. Itulah mengapa kamu harus menjaga jarak aman antar kendaraan dan tidak mengalihkan perhatian dari jalan.

Atau perjalanan panjang di jalan tol trans Jawa yang monoton dalam kecepatan tinggi bisa membuat kewaspadaan kamu turun. Sempatkanlah istirahat sejenak di rest area setidaknya setiap 3 jam untuk mengembalikan stamina tubuh dan mengurangi kejenuhan.

–> 7 HAL YANG HARUS DILAKUKAN JIKA MENGALAMI KECELAKAAN MOBIL

3. Lost of Control

kecelakaan lalu lintas-3

Microsleep jadi momok berbahaya saat mengemudi

Error berikutnya adalah lost of control atau kehilangan kendali pada kendaraan. Contoh dari kehilangan kendali adalah pengemudi yang kelelahan sehingga mengalami microsleep ketika mengemudi.

Pada kecepatan 100 km/jam dan tidur sedetik, maka mobil kamu bisa bergerak sejauh 28 m di luar kendali. Situasi ini sudah cukup untuk memicu kecelakaan yang bisa berakibat fatal jika melibatkan kendaraan lain.

Oleh karena itu, penting menjaga kondisi tubuh tetap bugar sebelum mengemudi. Selain itu, cek seluruh kondisi mobil, seperti alur ban, mesin, rem, agar memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan.

–> Temukan berbagai produk yang Anda inginkan saat ini di Jualo.com secara GRATIS

More
articles