{"id":5123,"date":"2020-08-18T17:57:17","date_gmt":"2020-08-18T10:57:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/?p=5123"},"modified":"2020-08-18T17:57:17","modified_gmt":"2020-08-18T10:57:17","slug":"wr-supratman-dan-sejarah-lagu-indonesia-raya-jua134","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/berita\/wr-supratman-dan-sejarah-lagu-indonesia-raya-jua134\/","title":{"rendered":"WR Supratman dan Sejarah Lagu Indonesia Raya"},"content":{"rendered":"<h2>Indonesia Raya, sebuah lagu kebangsaan yang jadi kebanggaan bangsa Indonesia dan selalu dikumandangkan di Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan penuh khidmat.<\/h2>\n<p>Lirik lagu Indonesia Raya ditulis oleh komposer sekaligus wartawan Wage Rudolf Supratman. Instrumental lagu tersebut pertama kali dibawakan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, yang kelak dikenal sebagai cikal bakal Hari Sumpah Pemuda.<\/p>\n<p>Mulanya, WR Supratman adalah wartawan koran Sin Po yang ditugaskan untuk meliput Kongres Pemuda II. Namun, kala itu keinginannya tidak hanya sekadar menulis berita, tetapi juga ingin membawakan lagu &#8220;Indonesia Raya&#8221;. Atas inisiatifnya sendiri, ia menyebarkan salinan lagu itu kepada para pimpinan organisasi pemuda.<\/p>\n<p>Gayung pun bersambut. Lagu Indonesia Raya mendapat sambutan hangat. Sugondo, yang waktu itu memimpin Kongres Pemuda Indonesia Kedua, awalnya mengizinkan Supratman membawakan lagu tersebut pada jam istirahat. Namun, ketika Sugondo membaca lebih teliti lirik lagu tersebut, ia menjadi ragu.<\/p>\n<p><strong><em>&gt;\u00a0<a href=\"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/5-tips-membeli-mobil-bekas-versi-jualo\/\">5 Tips Membeli Mobil Bekas Versi Jualo<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>&gt;\u00a0<a href=\"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/lima-rekomendasi-sepatu-olahraga-murah-di-bawah-rp500-ribu\/\">Lima Rekomendasi Sepatu Olahraga Murah di Bawah Rp500 Ribu<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p>Ia takut pemerintah memboikot acara Kongres. Akhirnya Sugondo meminta Supratman membawakan lagu tersebut dengan instrumen biola saja. Ketika jam istirahat tiba, Supratman maju, membawakan lagu &#8216;Indonesia Raya&#8217; versi instumental. Semua peserta kongres tercengang. Mereka terharu mendengar gesekan biolanya. Itulah kali pertama lagu &#8216;Indonesia Raya&#8217; berkumandang. Setelahnya, lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di akhir bulan Desember 1928 saat pembubaran panitia kongres kedua.<\/p>\n<h3>Teror dan Ancaman Hampiri WR Supratman<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.jualo.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/WR-Supratman.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-5125 size-large\" src=\"https:\/\/blog.jualo.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/WR-Supratman-1024x653.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"653\" srcset=\"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/WR-Supratman-1024x653.jpg 1024w, https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/WR-Supratman-300x191.jpg 300w, https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/WR-Supratman-768x490.jpg 768w, https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/WR-Supratman.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Ilustrasi ketika WR Supratman memainkan Indonesia Raya dengan biola pada Kongres Pemuda II di tahun 1928<\/em><\/p>\n<p>Para peserta berdiri dan bernyanyi mengikuti iringan biola Supratman sebagai tanda penghormatan kepada Indonesia Raya. Di tengah kepopuleran Indonesia Raya, pihak Belanda kian resah. Mereka takut jika lagu tersebut mampu membangkitkan semangat kemerdekaan. Karena itu, pada 1930, lagu itu dilarang dan tak boleh dinyanyikan dalam kesempatan apa pun, Alasan pemerintah kolonial: lagu tersebut dapat &#8220;mengganggu ketertiban dan keamanan.&#8221;<\/p>\n<p>Selaku pencipta, Supratman tak luput dari ancaman. Ia sempat ditahan dan diinterogasi soal maksud lirik \u201cmerdeka, merdeka, merdeka\u201d. Tetapi kekangan itu cuma sebentar. Setelah diprotes dari berbagai kalangan, pemerintah Hindia Belanda mencabutnya dengan syarat hanya boleh dinyanyikan di ruang tertutup.<\/p>\n<p><strong><em>\u2013&gt;<a href=\"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/tips-dan-trik\/pembeli\/tips-perawatan-lampu-mobil\/\">Tips Perawatan Lampu Mobil yang Simpel<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<h3>17 Agustus 1945 Indonesia Raya Bebas Berkumandang<\/h3>\n<p>Sampai pada akhirnya, 17 Agustus 1938, Supratman tutup usia setelah jatuh sakit. Jenazahnya dimakamkan di Kuburan Umum di Jalan Kejeran Surabaya. Supratman telah tiada. Tapi fobia terhadap lagu &#8216;Indonesia Raya&#8217; tak kunjung reda. Maka, ketika Jepang menduduki kawasan Hindia Belanda pada Maret 1942, lagu tersebut kembali dilarang. Lagu itu baru bebas dicekal di ambang kejatuhan pendudukan Jepang pada medio 1945. Lagu &#8216;Indonesia Raya&#8217; kembali bergema setelah Sukarno membacakan teks Proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945.<\/p>\n<p>Hasilnya adalah Peraturan Pemerintah RI tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada 26 Juni 1958. Peraturan yang berisikan 6 bab ini mengatur tata tertib dalam penggunaan lagu &#8216;Indonesia Raya&#8217; dilengkapi pasal-pasal penjelasan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/blog.jualo.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Bung-karno.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-5126 size-full\" src=\"https:\/\/blog.jualo.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Bung-karno.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"507\" srcset=\"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Bung-karno.jpg 800w, https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Bung-karno-300x190.jpg 300w, https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Bung-karno-768x487.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Momen saat Bung Karno membacakan Teks Proklamasi, 17 Agustus 1945<\/em><\/p>\n<p>Tentang penting dan nilai luhur &#8216;Indonesia Raya&#8217;, Presiden Sukarno pernah mengatakan:\u00a0 &#8220;Setia kepada Indonesia Raya, setia kepada lagu Indonesia Raya yang telah kita ikrarkan bukan saja menjadi lagu perjuangan, tetapi menjadi lagu kebangsaan. Bukan saja lagu kebangsaan, tetapi pula menjadi lagu Negara kita. Permintaan batin kita ialah Allah SWT. Menjadikan lagu Indonesia menjadi lagu Kebangsaan, lagu bangsa kita sampai akhir zaman pula. Jangan ada sesuatu golongan memilih lagu baru, setialah kepada lagu Indonesia Raya, setialah kepada Pancasila.&#8221;<\/p>\n<p>Yang sangat menarik, secara musikal lagu Indonesia Raya justru diaransemen oleh orang Belanda bernama Jos Cleber yang penyempurnaan dilakukan setelah menerima masukan dari Presiden Soekarno kala itu. Dan tepat pada kerusuhan Mei 1998, Jos Cleber kembali merekam kembali secara digital di Australia bersama Victoria Philharmonic Orchestra di bawah konduktor Addie Muljadi Sumaatmadja yang diletakkan pada debut album pertama oleh Simfoni Negeriku berdurasi 1 menit 47 detik.<\/p>\n<p><strong><em>\u2013&gt;\u00a0<a href=\"https:\/\/www.jualo.com\/\">Temukan berbagai produk yang Anda inginkan saat ini di Jualo.com secara GRATIS<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5123\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5123\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia Raya, sebuah lagu kebangsaan yang jadi kebanggaan bangsa Indonesia dan selalu dikumandangkan di Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan penuh khidmat. Lirik lagu Indonesia Raya ditulis oleh komposer sekaligus wartawan Wage Rudolf Supratman. Instrumental lagu tersebut pertama kali dibawakan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, yang kelak dikenal sebagai cikal bakal Hari Sumpah [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_5123\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"5123\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon medium\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":5124,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jet_sm_ready_style":"","_jet_sm_style":"","_jet_sm_controls_values":"","_jet_sm_fonts_collection":"","_jet_sm_fonts_links":""},"categories":[16,20],"tags":[2328,2326,2327,2323,2324,2325,2329,2322,2330],"yst_prominent_words":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5123"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5123"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5123\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5123"},{"taxonomy":"yst_prominent_words","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jualo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/yst_prominent_words?post=5123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}